8 Contoh Limbah Pertambangan dan Cara Penanganannya

0 Shares
0
0
0

Sering kali kita mendengar berita soal isu pertambangan, salah satunya adalah cara menangani limbah yang dinilai buruk. Kontradiktif dengan banyak permasalahan yang muncul, usaha pertambangan semakin ramai di Indonesia. Hal ini patut menjadi perhatian apabila pengelolaan limbah yang buruk itu dibiarkan terus-menerus. Lalu apa saja contoh limbah pertambangan yang merusak dan bagaimana langkah untuk penanganannya? Simak berikut ini!

Baca Juga : Daftar Perusahaan Tambang Nikel atau indonesia nickel mining di Indonesia

Pengertian Limbah Pertambangan

Limbah tambang adalah sisa hasil produksi pertambangan yang tidak memiliki nilai ekonomis lagi sehingga keberadaannya tidak diperlukan. Sering kali yang terjadi adalah pengolahan limbah belumlah dilakukan secara efektif sehingga kerap kali ditemui menjadi penyebab kerusakan lingkungan.

Jenis Limbah Pertambangan

Limbah pertambangan dibagi menjadi 3 jenis, yaitu limbah padat, cair, dan gas. Limbah ini bisa berasal dari buangan proses pembersihan hasil tambang. Contohnya limbah cair yang dihasilkan dari proses pencucian bahan tambang logam dan kemudian sisa logam ini larut dalam cairan dalam bentuk residu.

Dampak Limbah Pertambangan

Kita harus ketahui apa akibat limbah pertambangan, di antaranya, limbah pertambangan bila melebihi batas baku mutu dan konsentrasinya terlalu tinggi maka dapat berdampak pada pencemaran lingkungan. Kandungan yang cukup berbahaya dari limbah adalah asam sulfat dan senyawa besi.

Contoh Limbah Pertambangan dan Penanganannya

Indonesia perlu segera memperhatikan ancaman sekaligus keuntungan nyata limbah tambang. Namun untuk mengelola limbah pertambangan, kita perlu tahu apa saja contoh dari limbang pertambangan ini.

Limbah Logam Tanah Jarang

Limbah ini merupakan ikutan dari sisa pengolahan logam tanah jarang. Untuk memanfaatkan limbah ini bisa dengan melalui proses ekstraksi lalu menjadikan limbahnya untuk bahan konstruksi.

Limbah Lumpur Merah

Berasal dari proses pertambangan bauksit kemudian menghasilkan residu endapan berwarna merah. Dalam pemanfaatan limbahnya, hasil pengelolaannya berupa besi, alumunium, dan logam lain untuk bahan industri.

Limbah Gas Buang

Di dalam limbah ini biasanya terkandung sulfur dioksida atau SO2. Senyawa ini bisa diolah dengan mengubahnya menjadi asam sulfat yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat pupuk.

Limbah Slag

Limbah ini berasal dari pertambangan logam. Bentuknya cair. Pengelolaan limbah pertambangan ini bisa menghasilkan slag atau gipsum yang bisa digunakan sebagai bahan pembuat semen atau beton.

Limbah Sludge Cake

Limbah ini berupa zat cair. Kandungan di dalam limbahnya berupa tembaga. Pengelolaan limbah ini diambil tembaganya kemudian dikirim ke tempat peleburan untuk dimanfaatkan kembali.

Limbah Tembaga Bekas (Scrap)

Limbah selanjutnya berupa sisa pertambangan tembaga. Biasanya ini adalah residu dari pemanfaatan badan utuhnya. Sisa tembaga ini bisa dimanfaatkan kembali setelah melalui peleburan.

Limbah Lumpur Halus

Di dalam kegiatan pertambangan emas, residu yang dihasilkannya berupa lumpur halus. Limbah ini bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan untuk mengeraskan lantai dari tempat pertambangan di bawah tanah atau untuk bahan konstruksi.

Limbah Tailing

Limbah yang berasal dari proses pertambangan ini dapat dimanfaatkan jika diolah dengan benar dan hasilnya berupa bahan material untuk konstruksi seperti genteng, batako, dan paving.

 

Demikian 8 contoh limbah pertambangan dan cara penanganannya yang menjadikan limbah menjadi bahan berguna. Dengan dibantu oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, kita akan mampu menghasilkan bahan yang ramah lingkungan dan berdaya guna walaupun itu hasil residu dari pertambangan.

Referensi : https://www.clmmining.com/?lang=en

0 Shares