Cara Menonaktifkan NPWP dan Dokumen yang Dibutuhkan

0 Shares
0
0
0

NPWP merupakan dokumen penting yang dibutuhkan saat akan membayar pajak. Namun, NPWP juga bisa dinonaktifkan. Simak cara menonaktifkan NPWP dan dokumen apa saja yang perlu disiapkan.

 

Pengertian NPWP

NPWP adalah singkatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak, yang merupakan nomor identifikasi unik yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada setiap wajib pajak di Indonesia.

NPWP digunakan untuk mencatat dan mengelola informasi pajak yang berkaitan dengan wajib pajak tersebut, seperti jenis pajak yang harus dibayar, besaran pajak yang harus dibayar, dan lain-lain. NPWP juga dapat digunakan sebagai bukti bahwa seseorang adalah wajib pajak yang sah di Indonesia.

Bagi Anda yang ingin menonaktifkan NPWP, Anda bisa menyimak cara menonaktifkan NPWP seperti yang akan dijelaskan dibawah ini. 

 

Cara Menonaktifkan NPWP

Untuk menonaktifkan NPWP, Anda harus melakukan permohonan pembatalan NPWP kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Anda dapat mengajukan permohonan pembatalan NPWP secara online maupun offline.

Menonaktifkan NPWP Secara Online

Anda dapat mengajukan permohonan pembatalan NPWP secara online melalui e-filing DJP atau dengan mengisi formulir pembatalan NPWP yang disediakan oleh DJP dan mengirimkannya ke alamat DJP yang terdekat.

Untuk mengajukan permohonan pembatalan NPWP secara online, Anda harus memiliki akun e-filing DJP terlebih dahulu. Jika Anda belum memiliki akun e-filing DJP, Anda dapat mendaftar terlebih dahulu melalui situs e-filing DJP.

Setelah memiliki akun e-filing DJP, Anda dapat login ke akun e-filing Anda dan mengajukan permohonan pembatalan NPWP melalui menu "Pembatalan NPWP" yang terdapat di dalamnya.

 

Menonaktifkan NPWP Secara Offline

Anda dapat mengajukan permohonan pembatalan NPWP secara offline dengan mengisi formulir pembatalan NPWP yang disediakan oleh DJP, Anda harus mencantumkan nomor NPWP yang akan dibatalkan, nama lengkap Anda, dan alamat Anda di dalam formulir tersebut. Selain itu, Anda juga harus mencantumkan alasan mengapa Anda ingin menonaktifkan NPWP Anda.

Setelah mengisi formulir pembatalan NPWP, Anda harus mengirimkannya ke alamat DJP yang terdekat bersama dengan dokumen pendukung yang diperlukan, seperti fotokopi KTP atau paspor.

Perlu diingat bahwa pembatalan NPWP tidak dapat dilakukan secara otomatis. Sebelum DJP menyetujui permohonan pembatalan NPWP yang Anda ajukan, DJP akan melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk memastikan bahwa Anda tidak memiliki kewajiban pajak yang belum terbayarkan.

Jika DJP menemukan bahwa Anda masih memiliki kewajiban pajak yang belum terbayarkan, DJP akan menolak permohonan pembatalan NPWP Anda.

 

Syarat Menonaktifkan NPWP

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang yang ingin menonaktifkan NPWP-nya, yaitu:

  1. Seseorang harus sudah tidak lagi menjalankan usaha atau tidak memiliki sumber penghasilan yang harus dikenakan pajak.
  2. Seseorang harus telah membayarkan semua kewajiban pajak yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
  3. Seseorang harus tidak memiliki kewajiban pajak yang belum terbayarkan atau tidak sedang dalam masa pembayaran angsuran.
  4. Seseorang harus tidak sedang terlibat dalam proses penagihan pajak oleh DJP.
  5. Seseorang harus tidak sedang dalam masa pelunasan atau penyelesaian sengketa pajak.
  6. Seseorang harus tidak sedang terlibat dalam proses investigasi pajak oleh DJP.

Jika Anda memenuhi semua syarat di atas, Anda dapat mengajukan permohonan pembatalan NPWP kepada DJP. 

0 Shares
You May Also Like